Pernahkah Anda merasa seperti sedang berbicara dengan tembok? Anda sudah mengulang berkali-kali, nada sudah naik satu oktaf, tapi si kecil tetap asyik dengan dunianya. Rasanya frustrasi, bukan? Kita semua pernah mengalaminya. Padahal, kita hanya ingin mereka mendengarkan, memahami, dan kadang, patuh. Tapi bagaimana jika rahasia komunikasi efektif dengan anak bukanlah tentang apa yang kita katakan, melainkan bagaimana kita mengatakannya, bahkan lebih dari itu, siapa kita saat mengatakannya? 1. Turun ke Level Mereka: Bukan Hanya Fisik, tapi Juga Emosi Kita sering berbicara dari ketinggian, baik secara harfiah (berdiri tegak di depan anak) maupun kiasan (dari posisi otoritas). Coba turunkan tubuh Anda, sejajarkan mata dengan mereka. Namun, lebih penting lagi, turunkan "ego orang dewasa" Anda. Akui perasaan mereka, bahkan jika Anda tidak memahaminya. Bukan: "Jangan nangis cuma karena mainanmu rusak, kan bisa beli lagi!" Melainkan: "Mama/Papa tahu kamu sedih/mara...
Komentar
Posting Komentar